Desain Rumah Bagi Si Penakut…

Pernah tidak dalam perencanaan anda memikirkan bila rumah yang dibuat akan ditempati seorang atau lebih penakut. Jika anda owner atau pemberi tugas, pernahkah meminta Arsitek untuk mendesain rumah yang membuat si Penakut merasa nyaman, atau setidaknya merasa lebih nyaman? Atau jika anda seorang Arsitek yang bakal mendesain rumah bagi owner pernahkah menanyakan adakah si Penakut dirumah tersebut? Hingga perlu dipikirkan beberapa hal untuk membuat si Penakut nyaman dirumah? Jika anda owner yang merasa perlu meminta konsep desain demikian, maka itu adalah hak anda.

Kali ini desaindav.id akan membahasa “Desain rumah bagi si penakut”. Tulisan ini kayak nggak penting banget ya? Mungkin si penulis, yaitu saya sendiri, kurang kerjaan kali. Makanya kasih job dong :)… Namun jika anda merasa bahwa tulisan ini cukup penting, mari kita teruskan membahas.

Ada beberapa hal penting yang perlu dipertimbangkan dalam mendesain rumah bagi si Penakut:

  1. Hindari penggunaan lorong/coridor tertutup

Sebuah lorong atau coridor yang tertutup terkadang diperlukan sebagai penghubung (conection) antara ruang yang satu dengan ruang yang lain. Keterbatasan ruang terkadang memaksa adanya lorong dalam sebuah rumah.

Bagi si penakut, lorong adalah hal yang menyiksa. Kondisi lorong yang terang saja sudah cukup menakutkan, apalagi jika lorong tersebut gelap dan sempit. Maka sebaiknya dihindari penggunaan lorong. Karena kita tidak pernah tau, apa atau siapa yang menunggu kita diujung lorong…

2. Kamar Kosong

Terkadang pemberi tugas (pemilik rumah) karena alasan tertentu ingin memiliki banyak ruang atau kamar. Entah itu kamar pembantu maupun kamar tamu bahkan ruang untuk Musholla dalam rumah sekalipun. Tetapi dalam penggunaannya ternyata ruang atau kamar tersebut jarang dipergunakan atau malah hampir tidak pernah dipergunakan misalnya.

Baca juga:  MENARIK! Benda-benda ini Bisa Juga jadi Inspirasi Desain Loh!

Misalnya saja kamar tamu dipersiapkan, sementara penghuni rumah sebenarnya bukan tipe orang yang banyak menerima tamu menginap. Kamar tamu ini akan jadi masalah bagi si penakut. Atau misalnya kamar pembantu yang dipersiapkan ternyata pembantu yang dipekerjakan adalah pembantu yang ‘pulang hari’. Bahkan terkadang Musholla kecil didalam rumah jarang dipergunakan karena para penghuni lebih memilih sholat dikamarnya masing-masing.

Maka memikirkan dari awal kebutuhan ruang yang diperlukan sungguh merupakan hal penting. Karena sudah menjadi phobia bagi si penakut, bahwa ruang kosong adalah tempat berkumpulnya mahluk…

3. Perletakan Toilet

Toilet adalah salah satu tempat yang bisa menjadi ruang yang sangat menakutkan bagi si Penakut. Perletakan toilet dalam sebuah rumah perlu diperhitungkan sehingga tidak menjadi phobia bagi orang yang penakut.

Seringkali, toilet atau kamar mandi diletakan jauh dari ruangan utama. Bahkan terkadang mengumpet diruang paling belakang, ditempat yang mungkin agak gelap, bahkan ada yang terpisah dari rumah utama.

Ada pula penakut yang tidak nyaman adanya toilet atau kamar mandi dalam kamar tidurnya. Sebab baginya pandangan kearah kamar mandi menjadi hal yang menakutkan.

Sebagian lagi tidak suka perletakan Toilet atau Kamar Mandi yang memisahkan ruangan Kamar Tidurnya dengan Kamar Tidur lain, misal Kamar Tidur orangtuanya.

4. Gigantic

Ruang raksasa (Gigantic – semoga istilah ini benar) adalah ruang yang besar, dengan tinggi diluar batas manusia normal. Ruang ini biasanya terdapat pada rumah-rumah Ibadah dan gedung publik lain seperti hotel.

Ruang raksasa digunakan memberi kesan Megah, Kebesaran (Keagungan), Religius dan Welcoming (Mengundang). Karena itu biasanya diletakkan pada lobi-lobi sebuah gedung dan Rumah Ibadah. Diletakan bagi area publik.

Baca juga:  [Thread Arsitektur] by @ProduktionHS: Rumah memanjang di lahan 4x20 meter dengan 2 massa bangunan

Dalam sebuah rumah, ruang raksasa ini bisa dengan sengaja dirancang atau tidak sengaja terbentuk. Jika sengaja, pasti ada tujuan-tujuan desain dengan memberi kesan Megah. Yang tidak sengaja, bisa saja berupa VOID yang berbentuk akibat penyatuan antara lantai atas dan lantai bawah.

Lalu bagaimana jika Ruang “Raksasa” itu ada diwilayah private atau semi private sebuah rumah? Sebagian orang akan merasa dirinya terlalu “Kecil” dan “Kesepian” dalam ruang. Merasa “kecil” dan merasa “kesepian” adalah istilah lain bagi “ketakutan” itu sendiri.

5. Rumah dengan Seribu Pintu

Istilah 1000 pintu (Lawang Sewu) cuma cara saya mendramatisir tulisan ini. Maaf… 🙂

Tapi bahwa pintu adalah bagian terlemah dari rumah itu benar. Jika dalam sebuah struktur sebuah sambungan adalah bagian “terlemah”, maka dalam sebuah bangunan pintu adalah bagian terlemah.

Tidak bisa dipungkiri, jika ada sesuatu mencurigakan dalam sebuah rumah maka yang pertama terfikirkan adalah posisi pintu. Entah sekedar melakukan pengecekan atau malah sebagai pelarian (Emergency Exit) keluar dari rumah.

Akibatnya, terlalu banyak pintu akan menyebabkan terlalu banyak bagian terlemah dari rumah yang bakal jadi kekhawatiran dari seorang yang memiliki sifat penakut.

Demikian tulisan mengenai Desain Rumah Bagi si Penakut. Mungkin ada ide atau tambahan yang bisa anda share pada kolam komentar dibawah ini? Atau malah anda punya kekhawatiran sendiri yang bisa dishare? Atau mungkinkah anda sendiri adalah si penakut itu… ???

(Visited 119 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *